Kamu yakin susu baik untuk kesehatan? 4 alasan ini akan mengubah pikiranmu

May 9, 2020

Dalam beberapa dekade terakhir ini, industri susu telah berinvestasi besar-besaran untuk menyakinkanmu bahwa susu- bukan hanya sehat tapi juga amat sangat diperlukan untuk kehidupan. Berbagai iklan yang ditawarkan sangat lucu dan juga menyakinkan, dan tentunya terlihat sangat efektifs seperti banyaknya iklan para Ibu yang selalu menuang segelas susu setiap hari sebagai rutinitas untuk diberikan ke anak-anaknya. Iklan tersebut mempengaruhi orang-orang yang sehat untuk memulai harinya dengan yoghurt dan berbagai makanan yang memang terbuat dari bahan tersebut, seperti contohnya dengan menambahkan extra  keju ke burger mereka. 

 

Namun sekarang, telah banyak penelitian ilmiah yang muncul, bertambah sulit untuk menyembunyikan kebenaran bahwa : produk susu bukan hanya tidak sehat, tapi juga memiliki kaitan dengan banyaknya penyakit serius bahkan juga terhadap peningkatan angka kematian yang diakibatkanya. 

Kami telah memilih beberapa hasil penelitian yang dapat membuktikan hal tersebut. Silakan baca beberapa laporan berikut. 

 

Tidak terlalu baik untuk tulang 


Pemahaman yang paling populer untuk susu adalah betapa baiknya susu untuk tulang. Namun beberapa peneliti telah membuktikan bahwa itu tidak seluruhnya benar. Sebuah studi dengan jumlah 96000 sukarelawan menemukan bahwa lebih banyak susu yang dikonsumsi oleh laki-laki ketika remaja, lebih banyak kesempatannya untuk mengalami patah tulang ketika dewasa. 

 

Berpotensi pada berbagai tipe kanker 


Konsumsi produk susu berpotensi pada munculnya berbagai tipe kanker, khususnya kanker dalam sistem produksi, seperti kanker prostat. The Physicians Health Study melacak sebanyak 21,660 peserta sukarelawan selama 28 tahun dan menemukan bahwa sebanyak 2,5 porsi konsumsi setiap hari (contohnya 2,5 gelas susu) cukup untuk meningkatkan resiko kanker prostat.

 

Studi lainya memperlihatkan bahwa wanita yang mengonsumsi jumlah keju dan krim keju memiliki 53 persen resiko kanker payudara yang lebih tinggi, sedangkan perempuan yang didiagnosa dengan kanker payudara invasif stadium awal memiliki resiko kematian meningkat dengan mengonsumsi produk susu dengan tinggi lemak. Bahkan jika mereka mengonsumsi setengah jumlah susu setiap harinya masih tetap memiliki resiko yang signifikan. 

 

Studi yang dipublikasikan di American Journal of Epidemilogy menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi lebih dari satu gelas susu setiap hari memiliki resiko 73% lebih besar untuk mengalami kanker dinding rahim jika dibandingkan dengan perempuan yang minum lebih sedikit dari satu gelas susu  setiap harinya. 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Susu meningkatkan risiko diabetes 

 

Studi dari Finlandia menganalisis 3000 anak-anak yang secara genetik memiliki resiko diabetes. Anak-anak dengan paparan susu sedari kecil memiliki tingkatan yang lebih rawan terhadap penyakit tersebut. Disisi lain, American Academy of Pediatrics menemukan bahwa, dengan mencegah paparan protein susu sapi sedari kecil paling tidak di tiga bulan pertama dari kehidupan awal-anak, sangat mungkin untuk menurunkan resiko sampai dengan 30% satu tipe diabetes kepada mereka. 

 

Konsumsi susu meningkatkan kematian 

 

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh American Journal of Epidemiology melacak konsumsi susu, buah, dan sayuran yang dikonsumsi oleh lebih dari 140.000 orang yang ikut berpartisipasi. Orang-orang dengan konsumsi susu paling banyak dan kurang makan makanan buah atau sayuran memiliki resiko tingkatan kematian yang lebih tinggi. Para ahli percaya bahwa semakin tinggi konsumsi susu sapi maka akan memendeknya rentang hidup karena peningkatan stres oksidatif. 

 

Bagi perempuan, jumlahnya semakin banyak : tingkat kematian hampir tiga kali lebih besar jika dibandingkan dengan orang-orang yang mengonsumsi tiga atau lebih, susu setiap hari dan satu buah atau sayur-sayuran jika dibandingkan dengan perempuan yang mengonsumsi susu lebih sedikit perharinya dan makan lima atau lebih buah-buahan dan sayur-sayuran. 

 

Kabar baiknya adalah unruk mengindari tersebut bukan hanya sangat memungkinkan untuk dapat beralih ke pola makan vegan yang tentunya tidak perlu mengonsusmi susu dan juga berbagai produk hewani lainnya, yang juga bahaya untuk kesehatan, untuk hewan dan lingkungan. 

 

Kami mengundang kamu untuk bersama-sama mengikuti tantangan 21 hari vegan dan buat perubahan untuk pola hidup yang lebih sehat! 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload