“World Day for the End of Fishing”

 Ingin tahu kenapa banyak sekali orang berhenti memakan ikan dan ikut serta dalam aksi ini? 
 

Lihat datanya sebagai berikut : 

IKAN ADALAH MAKHLUK YANG BERAKAL

Penelitian terbaru menunjukkan untuk pertama kalinya, bahwa ikan ternyata memiliki kondisi emosional yang juga dapat merasakan sakit. Mereka memiliki kepribadian individu, membentuk ikatan pertemanan dan juga termasuk dalam hewan sosial, sama halnya dengan manusia dan hewan lainya.

 

1000 sampai dengan 3000 milyar ikan dibunuh setiap tahunnya! Ikan tercatat sebagai 95% dari total hewan yang menjadi korban untuk konsumsi daging. Kita menyaksikan sendiri sebuah pembunuhan massal, dan tidak melakukan apapun untuk itu! Hewan laut mungkin memang berbeda dengan kita, namun bukan berarti mereka kurang berharga. Mereka, seperti hewan lainya, pantas untuk diikutsertakan dalam pertimbangan moral kita semua. 

Ikan adalah teman, bukan makanan!

Penangkapan ikan yang berlebihan merusak laut kita

PBB mengatakan bahwa kesehatan ekosistem laut semakin terancam karena penangkapan ikan yang berlebihan, dan penangkapan ikan ilegal. Sekitar sepertiga (64%) sumber daya perikanan diklasifikasikan sebagai penangkapan ikan yang berlebihan dan 23% lainnya telah tereksploitasi sepenuhnya.

Penelitian dari University of Halifax juga memperingatkan apabila tidak ada tindakan cepat yang diambil, maka tidak akan ada lagi ikan di laut pada tahun 2048. 

Paus, lumba-lumba, penyu, dan hiu dibunuh

Ikan bukan hanya hewan yang menjadi korban dari pembunuhan massal ini. Setiap tahunya, lebih dari 100.000 paus, lumba-lumba, anjing laut, dan penyu, serta hewan laut lainya ikut terperangkap dalam jaring dan dibuang oleh para pelaku industri perikanan.

Kurang lebih 100 juta hiu dibunuh setiap tahunya oleh industri perikanan, jumlah yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kapasitas pemulihan populasi mereka. 

Bukan hanya sedotan plastik, kegiatan penangkapan ikan juga berarti polusi plastik 

Polusi dari kegiatan penangkapan ikan adalah sebuah masalah besar. Investigasi yang dilakukan di Pulau Sampah Samudra Pasifik, tempat akumulasi sampah terbesar di dunia, menemukan bahwa jaring laut merupakan sumber utama polusi plastik. Sampah-sampah tersebut merepresentasikan 46% sampah di lautan. Dan sisanya, juga terdapat banyak sekali sisa-sisa sampah lainnya dari industri perikanan. 

Diperkirakan sekitar 600 dan 800 ton jaring ikan yang dibuang  berakhir di laut setiap tahun, material yang membutuhkan sampai dengan 600 tahun untuk terurai. 

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu? 

Cara terbaik untuk menolong hewan dan lingkungan adalah dengan mengadopsi pola makan vegan. Terapkan pola hidup yang lebih sehat dan lebih beradab dengan pola makan berbasis nabati.