15 Gambar yang Menunjukkan bahwa Peternakan lebih Kejam dibandingkan Film Horror Manapun (KONTEN SENSITIF)

October 31, 2019

Anak babi biasanya dikastrasi (kebiri) dan dipotong ekornya, tanpa anastesi (obat bius).

 

 

Sapi perah dipaksa untuk terus-terusan hamil dengan inseminasi buatan, karena sebagai mamalia mereka harus hamil dan memiliki bayi untuk bisa menghasilkan susu. Proses ini sangat menyakitkan bagi mereka.

 

 

Sekeluarga babi yang mati dan dibuang seolah mereka hanyalah sampah.

 

 

Ayam petelur menghabiskan seumur hidupnya dalam kerangkeng sempit, dan dampak dari gesekan terus menerus dengan jerujinya, banyak yang kehilangan hampir seluruh bulunya.

 

 

Berdesakan dan stress, membuat babi sangat frustrasi hingga menjadikan mereka berlaku tidak normal, seperti melakukan kanibalisme.

 

 

Proses pemotongan legal yang disebut-sebut "manusiawi", mengharuskan sapi untuk disetrum sebelum digantung terbalik di kaki belakangnya untuk fitiriskan darahnya hidup-hidup. Seringkali mereka yang menunggu gilirannya mendengar atau menyaksikan seluruh prosesnya, yang mencekam mereka dengan terror dan stress yang tidak terbayangkan.

 

 

Setelah dipaksa untuk selalu hamil dengan inseminasi buatan, sapi perah tentunya terus-menerus memilki bayi. Masalahnya adalah jika para bayi ini meminum susu ibunya, maka berkuranglah jumlah yang dapat dijual. Karena itu, adalah praktik yang umum untuk memisahkan para bayi ini dari ibunya, bahkan terkadang langsung setelah mereka lahir. Tidak jarang, bayi-bayi ini kemudian dijual sebagai "veal" atau daging sapi muda. Para ibu dan bayi ini seringkali menangis sampai berhari-hari setelah mereka dipisahkan.

 

 

Investigasi yang dilakukan oleh Sinergia Animal di Argentina menemukan kondisi kandang baterai yang sangat menjijikkan, sampai terkadang ayam mati terbenam dalam kotorannya sendiri.

 

 

Seringkali peternakan ayam potong tidak disertai dengan perawatan dokter hewan. Foto ini menunjukkan ayam yang mengalami patah kaki dan kemungkinan akan mati perlahan karena kelaparan dan dehidrasi, akibat tidak mampu berjalan ke tempat pakannya.

 

 

Jutaan ibu babi di seluruh dunia tidak akan pernah bisa menyusui, atau bermain dengan anakanya sendiri, karena bahkan mereka tidak diizinkan untuk bergerak.

 

 

Investigasi yang dilakukan oleh L214 menunjukkan bahwa penyembelihan tidak mengenal ampun, bahkan untuk ibu sapi yang tengah hamil.

 

 

Hasil investigasi lain menunjukkan hidup mengerikan seekor sapi dengan lubang menganga di perutnya. Lubang ini memberikan akses langsung ke dalam lambung mereka, yang digunakan untuk memanipulasi produktivitas sapi dalam menghasilkan susu.

 

 

Perjalanan panjang ke rumah jagal adalah salah satu momen paling mengerikan bagi mereka. Berdiri di belakang truk yang sempit selama berhari-hari tanpa bisa duduk ataupun beristirahat, tanpa perlindungan dari panas yang menyengat, tanpa air ataupun makanan, berkubang dengan kotoran mereka sendiri, seringkali dengan luka terbuka yang menganga.

 

 

Ikan mengalami kematian yang panjang dan menyengsarakan, mengingat mereka tidak bisa bernapas di luar air, mereka akan mati lemas secara perlahan karena kehabisan napas.

 

 

Karena ayam jantan tidak bertelur, mereka dinilai tidak berguna dalam industri telur. Mereka dinilai sebagai produk sampingan yang kemudian dibunuh secara kejam. Salah satu cara yang paling umum adalah menggilingnya hidup-hidup, hanya sesaat setelah mereka menetas.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload