Laporan menunjukkan bahwa mencegah pandemi 100 kali lebih murah daripada melawannya



Sebuah laporan terbaru yang dirilis oleh Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) mengungkapkan bahwa bukan hanya ancaman pandemi akan lebih meningkat dalam segi frekuensi namun, juga akan menjadi lebih mahal untuk menanggulanginya daripada mencegah risiko tersebut terjadi sejak awal. Laporan tersebut memperkirakan bahwa sekitar 100 kali lebih murah untuk mencegah wabah baru daripada menanggulanginya.


Pakar di balik laporan tersebut menyarankan bahwa pajak konsumsi daging dan produksi hewan ternak merupakan salah satu dari serangkaian pilihan kebijakan yang dapat mengurangi serta mengatasi risiko pandemi yang terjadi. Dengan kata lain, kita perlu beralih dari konsumsi produk hewani untuk melindungi keselamatan kita.


Pandemi tidak datang sebagai “kejutan”

Covid-19 hanyalah satu lagi dari daftar panjang pandemi dan penyakit menular yang disebabkan oleh eksploitasi dan konsumsi hewan di seluruh dunia. Pandemi yang terjadi saat ini setidaknya merupakan pandemi global keenam sejak terjadinya Flu Spanyol pada tahun 1918. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 75% dari semua patogen yang muncul selama dekade terakhir adalah zoonosis, artinya mereka dimulai dari hewan sebelum menginfeksi manusia. Hal itu merupakan beberapa kasus yang terjadi pada flu Babi dan Burung, penyakit Sapi Gila, Ebola, dan bahkan HIV / AIDS, yang jika ditelusuri kembali akibat adanya perburuan simpanse di beberapa dekade lalu. Dengan terjadinya perluasan secara global industri peternakan intensif ke habitat satwa liar dan menyempitnya ruang hewan dalam industri peternakan yang sempit dan tidak bersih, kemungkinan adanya wabah penyakit menular baru yang berskala sampai dengan pandemi sangat mungkin terjadi.


Tapi ini bukan satu-satunya mekanisme yang menghubungkan industri peternakan dengan pandemi baru. 75% dari semua antibiotik yang diproduksi di dunia digunakan untuk hewan di industri peternakan. Penggunaan obat-obatan ini secara sistematis dan sewenang-wenang dalam industri peternakan merangsang perkembangan strain bakteri yang kebal antibiotik, yang telah menimbulkan konsekuensi besar bagi pengobatan manusia dan juga kesehatan global. Berkaitan dengan hal tersebut, sama halnya dengan deforestasi bukan hanya berhubungan dengan risiko yang lebih tinggi dari wabah penyakit menular, tetapi juga diperkirakan bahwa investasi yang diperlukan untuk mencegahnya hanya akan menghabiskan setengah biaya dari apa yang dihabiskan untuk menanggulangi respon yang tertunda untuk mengatasinya.


Di tahun 2004, American Public Health Association (APHA) mengeluarkan resolusi yang menyerukan adanya moratorium industri peternakan karena adanya dampak bencana yang akan datang — baik bagi hewan maupun manusia — yang sudah sangat jelas. Pandemi virus corona yang sekarang kita hadapi bukanlah sebuah kejutan; kita sudah seharusnya mampu mempersiapkan diri untuk hal ini terjadi. Jika kita tidak menuntut adanya perubahan yang segera pada sistem pangan kita, maka pandemi global berikutnya juga akan segera datang dengan cepat. Menurut Dr. Michael Greger, penulis How to Survive a Pandemic, munculnya penyakit zoonosis baru dengan potensi melenyapkan separuh umat manusia adalah "bukan persoalan jika, tapi kapan".


Jika kamu ingin berjuang bersama kita untuk mencegah potensi wabah pandemi di masa depan, tolong pertimbangkan untuk mengambil langkah pertama untuk mengikuti pola makan berbasis nabati : ikuti tantangan 21 hari vegan disini