Surat bersama Sinergia Animal untuk meminta PBB mengadvokasi pola makan berbasis nabati

June 8, 2020

 

Pada tanggal 4 Juni Sinergia Animal menandatangani surat bersama untuk mendukung Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) agar berkomitmen untuk mempromosikan pola makan yang lebih sehat dan berkelanjutan berupa diet berbasis nabati di seluruh dunia. Surat bersama tersebut merupakan inisiatif koalisi masyarakat sipil yang bergerak untuk memastikan sistem pangan yang adil dan berkelanjutan, termasuk di dalamnya adalah Greenpeace, ProVeg, Global Forest Coalition dan Better Food Foundation. 

 

“Kami mendorong UNEP untuk lebih mengadvokasi pola makan berbasis nabati dan sistem pangan yang benar-benar berkelanjutan. Hal ini penting untuk menanggulangi degradasi lingkungan dan perubahan iklim, sambil memitigasi risiko pandemi serta saatnya kita bergerak menuju masyarakat dan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap pernyataan dalam surat tersebut. 

 

Wabah Covid-19 saat ini telah memperlihatkan hubungan langsung antara sistem pangan dan wabah penyakit zoonosis, di mana transformasi menjadi sangat penting. 

 

UNEP juga telah menunjukkan hubungan yang saling berkaitan dalam laporan di tahun 2016. Dokumen tersebut menekankan bahwa deforestasi, perubahan tata guna lahan, resistensi antimikroba, intensifikasi peternakan hewan dan pertanian, serta perubahan iklim, sebagai faktor-faktor yang meningkatkan resiko kemunculan zoonosis sebagai konsekuensi langsung dari sumber daya intensif pola makan berbasis daging.

 

Jutaan orang sedang menghadapi ancaman keamanan pangan karena krisis Covid-19, sebagai bukti dibutuhkannya perubahan paradigma terhadap sistem pangan yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk lingkungan dan kesehatan publik. 

 

“Pola makan saat ini, dikombinasi dengan pertumbuhan lebih dari 10 juta manusia di tahun 2050 akan memperparah resiko kepada masyarakat dan bumi. Kita butuh perubahan yang signifikan terhadap sistem pertanian dan pola makan kita,” ungkap Carolina Galvani, CEO Sinergia Animal. 

 

“Wabah yang kita alami saat ini memperlihatkan bahwa, aksi global kolektif yang tegas  bukan hanya memungkinkan, melainkan adalah hal yang mendesak. Ini adalah kesempatan untuk mentransformasi sistem pangan kita agar lebih berkelanjutan, kuat, dan mendukung diet sehat tanpa merusak ekosistem, atau menjadi ancaman resiko besar terhadap hewan liar dan makhluk hidup,” tambahnya.  
 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload