8 tips hemat menjadi vegan

July 31, 2020

Pada umumnya saat seseorang mengatakan bahwa mereka adalah vegan, orang lain akan banyak bertanya. Apakah kamu rindu makan daging? Apakah menurutmu tumbuhan juga akan menderita saat kamu memakannya? Bagaimana kamu bisa tidak makan daging? Bukankah menjadi vegan terlalu mahal? 

 

 
Pertanyaan terakhir merupakan pertanyaan paling umum yang sering disalahpahami. Memang normal ketika berpikir bahwa menjadi vegan itu mahal karena produk berbasis nabati yang bermerk yang dipasarkan di supermarket, seperti beberapa makanan khusus superfood, suplemen, atau pengganti daging atau susu, memang mahal. 


Namun sebenarnya, saat kamu melihat harga daging dan membandingkanya dengan harga sayur-sayuran dan biji-bijian serta membanding berapa banyak 1kg daging dan 1kg kacang-kacangan, kamu dengan mudah menyimpulkan mana yang lebih memberatkan secara finansial–pastinya produk hewani. 


Apakah vegan membutuhkan alternatif daging untuk menutupi kebutuhan protein, vitamin, dan lainnya? Banyak orang yang menyukai produk tersebut karena produk-produk alternatif mengingatkan mereka terhadap daging yang biasa mereka makan, sehingga jawabanya tidak juga. Kamu bisa menjalankan pola makan berbasis nabati yang sehat, dan bervariasi secara hemat dengan mengikuti tips berikut: 


1. Memasak sendiri 


Daripada membeli produk kalengan atau kemasan, beberapa resep dapat disiapkan sesuai dengan ketersediaan bahan di rumah, dengan sedikit waktu dan tenaga, seperti susu almond, hummus, saus pesto, atau burger. Di supermarket, beberapa makanan tersebut dijual dengan harga yang mahal, dan juga belum tentu sehat karena makanan yang diproses, banyak mengandung garam, gula atau lemak. 

 

 

 
2. Beli dari pasar tradisional 


Pasar tradisional menawarkan jenis makanan yang segar, musiman, dan makanan lokal, karena mayoritas produk ditanam di dekat tempat tinggalmu. Membeli langsung dari pemasok, juga berarti menolong petani di komunitas lokalmu, dan juga lebih murah karena kamu tidak harus membayar perantara, yang mana terjadi saat membeli makanan atau sayur-sayuran di supermarket. 


3. Beli dalam jumlah besar, lebih baik membeli paket mu sendiri 


Membeli bahan-bahan dalam jumlah yang besar–seperti kacang-kacangan, biji-bijian, rempah-rempah, bumbu, tepung, atau polong-polongan– yang dapat disimpan untuk digunakan nanti, menjadi cara yang efektif untuk menghemat uang. Dengan cara ini, kamu juga dapat menolong lingkungan dengan mencegah pengemasan yang berlebih dan brand yang mahal. 

 

 
4. Bekukan sisa makanan


Jika kamu membeli terlalu banyak buah atau sayuran, dan akan busuk jika dibiarkan terlalu matang, kamu bisa membekukannya. Buah-buahan tersebut dapat digunakan untuk membuat smoothies yang enak dan beberapa sayuran untuk sup. 


Ini dapat menghemat waktu dan juga uang, serta menyelesaikan masalah untuk makan saat kita tidak memiliki bahan-bahan segar. 

 

 
5. Tanam makanan kita sendiri 


Hal ini memang salah satu upaya untuk menghemat uang paling besar, namun juga dapat menjadi tantangan besar karena tidak semua orang memiliki halaman belakang untuk menanam. Jika kamu tinggal di apartemen, kamu juga bisa menanam sayur-sayuran, rempah atau buah dengan wadah atau pot. 

 

 
6. Makan makanan yang belum diolah 


Makanan yang belum diolah mengandung banyak variasi nutrisi, seperti vitamin, mineral, fitonutrien, asam lemak esensial, dan serat, dalam satu makanan. Makanan dasar kamu sebaiknya belum diproses atau terbuat dari bahan segar seperti pati (beras merah, labu, millet, gandum, kentang, pasta gandum),  sayur-sayuran (wortel, brokoli, kol, bayam, atau sayur-sayur beku), buah-buahan (tergantung pada musimnya), kacang-kacangan (lentil, kacang polong, kedelai, buncis), dan biji-bijian. Dapatkan manfaat bahan-bahan tersebut secara keseluruhan, dan hindari membuang kulit atau bagian-bagian lainnya. 

 

 

7. Beli sesuai musimnya

 

Setiap musim terdapat beberapa jenis sayur dan buah-buahan yang dapat menginspirasi kamu untuk memasak makanan yang kreatif. Karena produk-produk tersebut makanan musiman dan dipanen dalam kematangan yang pas, lebih segar, dan juga memiliki rasa yang terbaik, dengan nutrisi yang maksimum, serta dengan harga yang murah. Mengapa? Karena para petani memproduksi banyak saat musim panen, harga produk tersebut menurun. Sebaliknya, saat kamu membeli buah-buahan atau sayuran yang bukan pada musimnya, berarti mereka ditanam di luar daerahmu, di lokasi dengan iklim yang berbeda dalam setahun. Perjalanan, penyimpanan, dan harga produksilah yang dibayar oleh konsumen. 

 

 
8. Bawa bekal kita sendiri 


Kadang-kadang sulit ketika untuk menyempatkan waktu antara waktu ekstra untuk bekerja, perjalanan, pekerjaan, dan kehidupan sosial serta waktu untuk keluarga sekaligus memasak makanan vegan yang sehat dan praktis untuk dibawa di kantor atau di rumah. Beruntungnya, beberapa makanan seperti sushi atau salad, bisa disiapkan di hari Minggu sore dan disimpan sampai seminggu kedepan. Kamu hanya membutuhkan kotak makan untuk menyimpannya, dan kamu bisa membawanya! 

 

 
Mitos memang mengatakan jika memakan makanan vegan itu selalu mahal. Veganisme dapat diadaptasi dengan mudah agar sesuai dengan gaya hidup seseorang, berapapun gajinya. 


Dan jika kamu bukan vegan, dan ingin mencoba, kami mengundang kamu untuk mengikuti tantangan 21 hari vegan dan buat perubahan ini untuk pola hidup yang lebih sehat dan berwelas asih! 
 
 
 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload