Pola makan berbasis nabati sangat sehat untuk anak-anak, menurut British Nutrition Foundation

May 3, 2020

 

 

The British Nutritution Foundation merilis sebuah panduan baru mengenai anak-anak dapat menjadi vegan jika mereka memiliki pola makan yang seimbang dengan porsi tiga protein setiap hari, yang dapat didapat dari kacang-kacangan seperti, lentil, buncis, dan kedelai atau berbagai produk lainya yang serupa yang biasanya disukai oleh anak-anak. Panduan tersebut telah dikembangkan oleh para pakar nutrisi dan para penasihat ahli di awal tahun. 

 

Panduan tersebut menjelaskan bahwa anak-anak yang mengikuti pola makan vegan dianjurkan untuk makan makanan yang kaya akan nutrisi seperti alpukat, tahu, pisang, kacang-kacangan, selai, minyak nabati, dan lemak atau margarin vegan. Kombinasi dari berbagai kacang-kacangan dan sereal, yang dapat memberikan asam amino esensial yang diperlukan untuuk pola makan vegan, dan diwaktu yang bersamaan juga untuk anak-anak yang menerapkan pola makan vegan 

 

 

 

Berdasarkan Academy of Nutrition and Dietetics, tidak ada alasan yang kuat terhadap klaim bahwa pola makan berbasis nabati tidak dapat memberikan nutrisi yang cukup untuk bayi. Padahal secara keseluruhan, institusi tersebut menyatakan bahkan pola makan berbasis nabati sangat sehat untuk anak-anak. 

 

“ Ini adalah peran dari Academy of Nutrition and Deteteics yang secara tepat merencanakan pola makan vegetarian, termasuk vegan, karena pola makan tersebut memang menyehatkan, memenuhi nutrisi yang cukup, dan memberikan manfaat kesehatan untuk mencegah dan mengobati penyakit tertentu,” menurut organisasi tersebut. “Pola makan tersebut sangat sesaui di berbagai umur dan siklus kehidupan, termasuk masa kehamilan, laktasi, masa bayi, anak-anak, remaja, tua, dan juga untuk atlet,”. 

 

Rekomendasi yang lain 

 

Monitoring secara medis dianjurkan, juga suplemen vitamin dan mineral, baik untuk anak-anak yan menerapkan pola makan vegan dan anak-anak non vegan. Yang membutuhkan perhatian khusus adalah B12. Sara Stanner, direktur Sains di BNF menyatakan bahwa keluarga yang memutuskan untuk mengadopsi pola makan vegetarian atau vegan “ harus menyadari untuk menyeimbangkan pola makan dan menggunakan suplemen jika dibutuhkan untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan semua nutrisi yang diperlukan untuk sehat,”

 

Rekomendasi yang lain untuk anak-anak vegan dan non vegan :memakan kurang lebih lima porsi sayur-sayuran setiap hari, menghindari gula dan produk olahanya, memilih sereal yang berbasis nasi merah dan pasta gandum dan roti. Makan berbagai jenis makanan juga menjadi esensial . 

 

 

 

Menyusui itu vegan!

 

National Health Service merekomendasikan bahwa semua bayi diberikan susu ASI secara eksklusif sampai dengan umur 6 bulan. Menyusui bayi juga vegan! Veganisme menentang praktik eksploitasi hewan untuk produksi susu, dan bukan melarang seorang Ibu untuk memberi makan anaknya sendiri dengan susunya sendiri. 

 

 

 

Saat kita anak-anak kebiasaan pola makan kita mulai terbentuk dan kita dikenalkan oleh banyak varian makanan, jadi penting untuk mempelajari bagaimana membuat pilihan-pilihan yang sehat sejak dini. Dalam konteks ini, pola makan berbasis nabati bukan hanya sehat dan penting. Pertama, karena beberapa studi memperlihatkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi susu selama masa anak-anaknya dalam resiko meningkatnya kasus patah tulang dan diabetes di masa dewasa. Daging berkaitan dengan banyak penyakit termasuk kanker. 

 

Selain itu masa depan dari bumi ini juga sedang dipertaruhkan!Jika kita tidak bergenti memproduksi (dan makan!) produk hewani, menjadi tidak mungkin untuk dapat mengurangi global warming. Hal ini dikatakan oleh PBB 

Tolong pertimbangkan mengadopsi pola makan diet atau mengurangi konsumsi produk hewani untuk kamu dan seluruh keluargamu. Ikuti tantangan 21 hari vegan disini
 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload