Penelitian menemukan daging merah dan putih sama buruknya untuk kolesterol

March 22, 2020

 

Apakah Anda salah satu dari orang-orang yang berpikir daging ayam itu sehat, atau lebih ringan daripada daging merah? Nah, Anda mungkin ingin mengevaluasi kembali pola makan Anda, setelah mengetahui bahwa penelitian yang dilakukan oleh University of California menemukan bahwa daging ayam dan daging sapi sama-sama menaikkan kadar kolesterol dibandingkan dengan diet tanpa daging. Untuk lebih jelasnya, kita berbicara tentang kolesterol LDL di sini, yang buruk untuk kesehatan.

 

Para ilmuwan ini menganalisis partisipan yang ada selama empat minggu. Mereka menyimpulkan bahwa mengkonsumsi daging merah ataupun daging unggas yang putih, menaikkan kadar kolesterol cukup tinggi jika dibandingkan dengan mengonsumsi protein nabati dengan jumlah yang sebanding. Selain itu, mereka juga mengobservasi apakah pola makan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi juga dapat meningkatkan kolesterol darah dengan jumlah yang sama dengan sumber protein lainnya.

 

 

Hasilnya bahkan mengejutkan orang-orang yang mengatakan bahwa daging merah memiliki efek yang lebih buruk pada kolesterol dibandingkan daging putih. Sekarang, mereka malah menyarankan untuk tidak mengkonsumsi daging sama sekali, baik merah maupun putih, untuk menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini menemukan bahwa protein nabati adalah yang paling sehat untuk menjaga kolesterol.

 

Sementara masalah kesehatan terkait dengan konsumsi daing merah masih luas terjadi, inilah saatnya bagi kita untuk menerima fakta tentang konsumsi unggas: daging unggas tidak sesehata apa yang selama ini dikatakan oleh saran-saran pola makan di luar sana dan para nutrisionis.

 

Kabar baiknya adalah, sangat mungkin untuk tetap makan dengan baik, dengan rasa lezat, dengan pola makan nabati! Menyingkirkan daging, susu, dan telur dari piring Anda tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga untuk planet ini dan para hewan.

 

Apakah Anda ingin membantu kami menyebarkan informasi tentang diet nabati di Indonesia? Bergabunglah dengan tim sukarelawan kami!


 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload