Kapal Kargo yang Mengangkut 14.000 Domba Hidup, Terbalik di Perairan Lepas Pantai Romania

November 26, 2019

 

Lebih dari 14.000 domba terperangkap di dalam kapal kargo Queen Hind, sejak kapal tersebut terbalik di Laut Hitam, perairan lepas pantai Romania. Semua awak kapal–sekitar 20 orang berkebangsaan Suriah–langsung dievakuasi keluar kapal, tetapi nasib dari ribuan hewan yang masih berada dalam kapal tersebut, sampai saat ini belum mendapatkan kepastian.

 

 

Saat ini sedang dilakukan sebuah operasi untuk mencoba mengeluarkan hewan-hewan ini dari kapal, yang melibatkan kesatuan militer, polisi, pemadam kebakaran, penyelam, dan penjaga pantai Romania. Dalam video yang tersebar, terlihat para hewan yang bergelantungan di jendela kapal–beberapa di antaranya masih bernyawa. Sejauh ini, baru 32 ekor hewan saja yang baru berhasil diselamatkan,

 

 

 

“Domba-domba yang berhasil melarikan dari kapal terlihat berenang di laut, tetapi tidak lama kemudian menghilang ke bawah permukaan air. Domba bukanlah perenang ulung, dan bulunya yang tebal menyerap sangat banyak air dan menenggelamkan mereka” ujar Richard Ehrhardt, spesialis hewan ruminansia kecil dan profesor hewan di Michigan State University, kepada New York Times. Dalam banyak gambar yang beredar, sayangnya dapat terlihat para domba yang tenggelam

 

Kapal ini sedang menuju ke Arab Saudi, setelah sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Midia, Rumania, pada Minggu (24/11). Rumania adalah negara peternak domba terbesar ketiga di Uni Eropa, dan salah satu eksportir hewan ternak hidup terbesar yang menargetkan pasar Timur Tengah. Setiap tahun, sekitar 70.000 domba diekspor keluar dari Rumania.

 

 

 

Penyebab bencana ini masih terus diselidiki, tetapi Direktur dari Animal Internasional Uni Eropa, Gabriel Paun, mengeluarkan tuduhan bahwa kapal ini kelebihan muatan. Selama bertahun-tahun, banyak organisasi pembela hak-hak hewan yang telah berusaha untuk meningkatkan perhatian pihak-pihak terkait terhadap kurangnya keamanan dalam praktik ini, serta menyerukan pelarangan terhadap ekspor komersial hewan ternak hidup–salah satu kegiatan paling kejam terkait dengan proses produksi produk hewani. Kami akan menunjukkan alasannya pada kalian.

 

Para hewan menghabiskan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu di perjalanan

 

Biasanya, hewan yang diangkut baru saja beranjak dewasa, atau bahkan masih bayi. Setelah dilahirkan dan mencapai usia tertentu, perjalanan mereka segera dimulai. Pertama, mereka akan diangkut dengan truk dari peternakan tempat mereka dilahirkan––sampai ke pelabuhan. Dari pelabuhan, mereka akan menempuh perjalanan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu di dalam kapal yang panas dan sempit. Kondisi ini menjadi lebih buruk lagi ketika mempertimbangkan kondisi hidup yang harus mereka tahan selama seluruh periode perjalanan ini.

 

 

 

 

Sanitasi dan Kesejahteraan Satwa yang Sangat Buruk

 

Pada dasarnya, hampir tidak ada tindakan sanitasi ataupun pertimbangan kesejahteraan satwa dalam praktik ini. Truk dan kapal pengangkut akan terus dimuat hingga penuh sesak, hingga mereka berjejalan, tidak dapat berjalan atau bahkan berbaring. Ketika mereka tidak sanggup lagi menahannya, ada resiko mereka akan terinjak-injak dan mati. Kapal dan truk ini biasanya terbuka, yang membuat mereka terpapar panas matahari yang ekstrim, dan dalam cuaca berangin, hujan, dan badai, mereka akan basah karena hujan atau terciprat air laut. Dan jika kapal tersebut adalah kapal yang tertutup, maka mereka akan menahan pengap karena tidak ada sistem pengatur suhu dan sirkulasi udara.

 

Mereka semua makan dan buang air di sana, dan karena kondisi yang penuh sesak dan jarang dibersihkan, tubuh mereka akhirnya terlumuri dengan kotoran dan sisa-sisa pembuangan lainnya. Makanan mereka pun tercemar dengan kotoran, air menjadi sangat langka, dan ketika ada air, hampir semuanya kesulitan untuk mengaksesnya karena kondisi yang sempit dan berjejalan. Karenanya, selalu tercium bau amoniak yang luar biasa mengganggu, yang membuat mereka hampir tidak bisa bernapas.

 

 

 

Animals’ Australia telah lama berjuang mengakhiri kekejaman ini. Video ini adalah salah satu hasil investigasi mereka di atas kapal, yang menjelaskan alasannya pada Anda:

 

 

 

Banyak hewan yang mati dalam perjalanan, sebagian lainnya lahir di perjalanan

 

Banyak hewan yang mengalami cedera dan terserang penyakit, dan pada akhirnya mati sebelum tiba di tujuan, tanpa sempat menerima perawatan apapun. Mereka dibiarkan membusuk, atau dibuang ke laut. Beberapa kapal bahkan memiliki mesin penggiling dan membuang para hewan ke dalamnya, dan bahkan ada laporan bahwa hewan-hewan dimasukkan ke mesin penggiling dan dibuang ke laut dalam keadaan hidup, dalam penderitaan yang tak terkira.

 

Dan sayangnya, karena pada praktik ini tidak ada kontrol apapun tentang hewan-hewan yang sedang hamil, penyelidikan bahkan menunjukkan adanya hewan-hewan yang dilahirkan dalam kondisi mengerikan ini.

 

 

 

Singkatnya, praktik ini berbahaya

 

Baru-baru ini, ada kasus kapal milik Chile yang terdampar dengan 244 ekor sapi, dan banyak dari mereka yang akhirnya mati kelelahan dan dehidrasi. Di Brazil, sebuah kapal yang membawa lima ribu sapi tenggelam di dekat Pelabuhan Barbacena, Pará, bagian utara Brazil. Sebuah video yang sangat menyedihkan memperlihatkan keputusasaan para hewan yang mencoba melarikan diri dari kapal dan berenang ke pantai. Banyak yang tenggelam dan yang berhasil tiba di pantai, akhirnya dibunuh untuk dikonsumsi oleh para penduduk.

 

 

 

Dampak lingkungan yang terlalu besar

 

Bisakah Anda bayangkan jumlah kotoran yang dihasilkan sapi setiap hari? Kalikan jumlah ini dengan jumlah hewan yang diangkut di dalam kapal, dan dengan jumlah hari lamanya perjalanan ini. Sekarang, bayangkan jika mereka benar-benar melakukan pembersihan–yang tentunya sangat penting bagi para hewan–dan membuang kotorannya langsung ke laut.

 

Belum lagi, jejak karbon yang dihasilkan oleh peternakan secara umum. Peternakan bertanggung jawab atas lebih banyak gas rumah kaca, dibandingkan dengan gabungan seluruh emisi alat transportasi di dunia! Namun di tahun 2016, hanya JBS, Cargill, dan Tyson, tiga dari perusahaan daging terbesar di dunia, yang dinilai bertanggung jawab untuk emisi gas rumah kaca yang besarnya lebih dari keseluruhan yang dihasilkan Perancis. Jika digabungkan, lima perusahaan daging terbesar bertanggung jawab atas lebih banyak polusi dari yang dihasilkan perusahaan-perusahaan minyak terbesar, seperti Exxon, Shell, dan BP.

 

 

Bantu kami mengakhiri kekejaman ini! Tandatangani petisi dari Animals Australia di sini. Bergabunglah dengan tantangan 21 hari vegan kami, dan jadilah sukarelawan untuk bersama-sama membangun dunia yang lebih berwelas asih bagi mereka!

 


 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload