Jutaan Babi Dimusnahkan akibat Wabah Penyakit Hewan Terbesar sepanjang Sejarah

July 22, 2019

 Photo by Kameron Kincade on Unsplash

 

 

Virus mengerikan dan sangat menular yang menginfeksi babi, sedang menyebar di seluruh dunia. Penyakit ini adalah African Swine Fever (ASF) yang dikenal juga sebagai 'Ebola babi'. Penyakit ini bukan sesuatu yang baru, tetapi wabah kali ini adalah yang paling serius dalam sejarah. Menurut World Organisation for Animal Health, ada hampir 6.000 kasus wabah ASF yang sedang berlangsung di seluruh dunia, yang membuat para spesialis mengatakan ini adalah wabah penyakit hewan terbesar yang pernah kita alami di planet ini, bahkan lebih besar dari wabah sapi gila!

 

Setelah memusnahkan hampir seluruh populasi babi di China, karena penyakit ini membunuh hampir setiap babi yang terinfeksi, sekarang ASF menyebar ke seluruh Eropa dan Asia. Telah muncul laporan di negara-negara seperti Belgia, Italia, Rusia, Ukraina, Kamboja, Cina, Laos, Vietnam, dan Afrika Selatan.

 

ASF dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan, melalui penyebaran daging, pakaian, kendaraan yang terkontaminasi, atau dapat juga menyebar melalui serangga seperti kutu. Virus ini sangat resisten dan stabil, bahkan di dalam kondisi lingkungan yang keras. Untuk lebih jelasnya, bahkan setelah melalui tahap pemrosesan, pengemasan, dan transportasi pun, produk yang telah terkontaminasi pada sumbernya masih dapat menyebarkan penyakit lebih lanjut.

 

ASF tidak berbahaya untuk manusia, meskipun demikian para ilmuwan telah memperingatkan bahwa kesamaan fisiologis antara babi dan manusia berarti mutasi virus ini di masa depan dapat menjadi sesuatu yang berbahaya.

 

 

 

Hewan ternak mengancam ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat

 

Menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), "70% dari penyakit baru yang telah muncul pada manusia selama beberapa dekade terakhir berasal dari hewan, dan sebagian, berhubungan langsung dengan pencarian manusia untuk lebih banyak lagi makanan yang bersumber dari hewan."

 

ASF adalah satu lagi kasus di mana industri daging membahayakan kemanan pangan planet ini. "Kesehatan ternak adalah mata rantai terlemah dalam rantai kesehatan global. Penyakit harus ditangani dari sumbernya - terutama pada hewan", kata laporan yang dikeluarkan oleh FAO. Baiklah, mari kita lihat.

 

 

Bagaimana babi dibesarkan, dapat menjelaskan banyak hal

 

Dalam industri daging, babi biasanya dibesarkan dalam sistem pengurungan intensif, yang biasanya disebut "peternakan". Ini berarti bahwa mereka menghabiskan seluruh dhidup mereka dalam lumbung yang penuh sesak, di mana mereka hampir tidak bisa bergerak. Mereka diperlakukan seperti mesin, dengan kondisi kebersihan dasar dan pengecekan dokter hewan yang kurang.

 

Para ahli telah lama mengakui resiko kesehatan spesifik yang ditimbulkan oleh peternakan pabrikasi, termasuk peluang yang mereka berikan bagi patogen untuk bermutasi. Ketika suatu penyakit menjangkit peternakan besar, kemungkinan penyebaran akan lebih cepat. Hal ini disebabkan kondisi ternak yang terkonsentrasi dengan padat dan skala unit yang besar, yang memungkinkan sekaligus banyak hewan yang terpengaruh. Hewan juga lebih rentan jatuh sakit karena stres dari lingkungannya yang sempit, suram, dan tidak manusiawi. Peternakan pabrikasi juga bergantung pada antibiotik, dengan dosis rutin skala besar, yang telah dikaitkan dengan peningkatan resistensi antibiotik.

 

Hal lain yang turut berkontribusi adalah praktek memberi babi sampah untuk dimakan. Ya, Anda membacanya dengan benar. Ini terjadi di mana-mana, namun terutama di Asia, ini merupakan kebiasaan umum. Dengan kontaminasi yang signifikan pada rantai pasokan daging dan produk olahan daging, dapat dibayangkan bagaimana ini menjadi siklus yang sempurna untuk banyak penyebaran penyakit. Dalam kondisi ini, sayangnya, kita harusnya tidak perlu terkejut ketika wabah seperti ASF terjadi.

 

Dan ketika penyakit-penyakit ini datang, yang paling menderita adalah ...para hewan! Hanya selama wabah ini saja, lebih dari 3 juta babi telah dimusnahkan di Cina dan Vietnam karena, pengendalian penyakit dilakukan melalui pemusnahan semua babi, diikuti dengan penghancuran mayat dan disinfeksi.

 

Mempertimbangkan semua resiko di atas, dan terutama, hewan hidup yang harus bertahan dalam industri makanan, kami ingin mengundang Anda untuk mencoba pola makan vegan yang penuh welas asih, atau untuk mengurangi konsumsi produk hewani. Kita tidak membutuhkan produk hewani seperti daging, ikan, susu, dan telur agar dapat hidup sehat!

 

Klik di sini untuk menjadi sukarelawan! Apakah Anda siap membantu kami membangun dunia yang lebih berkelanjutan?

  

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload