Protein Ragi Dua Kali lebih Efisien untuk Pertumbuhan Otot dibanding Protein Whey

July 21, 2019

 

Para ilmuwan dari University of Exterer, Inggris, telah menemukan bahwa suplemen protein berbahan dasar ragi yang disebut Quorn, dua kali lebih efisien untuk memacu pertumbuhan otot dibandingkan protein whey, yang diproduksi dengan bahan dasar susu.

 

Peneliti membagi 20 orang pemuda dalam dua kelompok, yang satu menerima protein berbahan dasar susu setelah berolahraga, dan yang lain diberikan Quorn. 10 peserta yang meminum preotein ragi (Quorn) menunjukkan pertumbuhan otot 120% lebih cepat dari rata-rata. Di kelompok lainnya, pertumbuhan yang terjadi hanya menyentuh angka 60%.

 

 

Menurut penelitian, ini terjadi karena uorn adalah makanan yang lebih ‘lengkap’ dibandingkan protein susu yang diisolasi: ia mengandung lemak esensial, mineral, dan karbohidrat yang membantu membangun massa otot tanpa lemak lebih efisien.

 

Quorn adalah produk yang diperoleh dari spesies jamur yang disebut Fusarium venenatum. Meskipun saat ini hanya dijual di Eropa, Quorn membuktikan bahwa kita tidak perlu protein hewani untuk hidup ataupun menjadi kuat!

 

Untuk memberikan gambaran, di Inggris, di mana riset ini dilakukan, sepertiga dari total konsumsi protein berasal dari produk daging. Penelitian ini bisa memberikan dampak yang penting bagi jumlah tersebut. Ketika kebanyakan orang yang melakukan latihan fisik saat ini mengandalkan konsumsi protein susu, penelitian membuktikan bahwa mereka akan mendapatkan hasil yang bahkan jauh lebih bagi dengan produk-produk vegan!

 

Temuan ini dapat mendorong orang-orang mencari alternatif pengganti protein hewani yang akan menyelamatkan banyak nyawa dari penderitaan, termasuk juga di dalamnya membantu menjawab pertanyaan: "tetapi dari mana kalian mendapatkan protein?" Beralih ke produk nabati (atau bahkan protein berbasis ragi!) sekaligus memberikan berbagai manfaat bagi lingkungan dan kesehatan.

 

Apakah Anda ingin membantu kami membangun dunia yang lebih berkelanjutan? Klik di sini untuk menjadi sukarelawan!

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload