Pola Makan Vegan Secara Signifikan Mengurangi Resiko Diabetes

August 29, 2019

 

Ada masanya ketika kita berpikiran bahwa kita harus memerangi gula untuk melawan diaetes. Namun setelah menganalisis sembilan studi pada 23,554 kasus diabetes tipe 2, peneliti di University of Harvard menemukan bahwa pola makan nabati secara signifikan dapat mengurangi resiko timbulnya diabetes. Di antara pola makan yang lain, pola makan tanpa konsumsi produk hewani apapun inilah yang memiliki resiko terendah untuk terkena diabetes tipe 2.

 

Alasannya cukup jelas. Telah lama diketahui bahwa buah, sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian memiliki kandungan serat yang tinggi dan indeks glikemik yang rendah, yang membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Sebagai bonus, bahan-bahan makanan ini juga membantu mengurangi tekanan darah dan menahan kenaikan berat badan dalam jangka panjang.

 

Sebaliknya, konsumsi produk hewani telah lama dikaitkan dengan peningkatan berbagai resiko penyakit. Tidak hanya diabetes, tetapi juga beberapa penyakit kardiovaskular dan juga kanker. Bahkan, konsumsi telur dan susu pun tidak bebas dari resiko ini.

 

Sebuah studi yang diadakan di Finlandia menganalisis 3.000 anak-anak dengan peningkatan resiko diabetes yang diwariskan secara genetik. Hasilnya, mereka yang dikenalkan terhadap susu sapi semakin dini, memiliki kerentanan yang lebih tinggi untuk terserang diabetes. American Academy of Paediatrics juga menemukan bahwa dengan menghindari paparan protein susu sapi untuk setidaknya tiga bulan pertama kehidupan anak, memungkinkan untuk mengurangi hingga 30% terkenanya diabetes tipe 1.

 

Untuk para penderita diabetes, meyingkirkan produk hewani akan meningkatkan kontrol glukosa serta membantu mempercepat penurunan berat badan.

 

“Studi ini menambah bukti-bukti bahwa mengubah pola makan menjadi berbasis nabati adalah salah satu cara untuk menuju hidup yang lebih sehat.” terang Dr Emily Burns, kepala komunikasi penelitian di Diabetes UK.

 

 

 

Kekurangan nutrisi? Tidak dalam diet vegan yang seimbang

 

Para ilmuwan telah melangkah lebih jauh, dengan menjawab pertanyaan tentang kemungkinan kekurangan nutrisi yang diduga disebabkan oleh pola makan nabati. “Mengkonsumsi produk hewani bukan satu-satunya cara untuk mencegah defisiensi nutrisi untuk beberapa nutrisi spesifik. Pola makan nabati yang seimbang dapat dicapai dengan mengikutsertakan makanan yang difortivikasi, juga dengan menambahkan suplemen yang dibutuhkan.”

 

Yang dimaksud dengan suplemen tambahan adalah pentingnya vitamin B12, satu-satunya nutrisi yang tidak bisa kita dapatkan dari tumbuhan. Namun faktanya, masalah ini tidak hanya dialami oleh para vegan. Banyak orang, termasuk yang mengkonsumsi daging, juga kekurangan vitamin B12. Di Amerika Latin saja, diperkirakan 60% populasinya mengalami defisiensi vitamin B12.

 

Mengurangi konsumsi produk hewani atau bahkan menjadi vegan, bukan hanya tidak berbahaya, tetapi juga jauh lebih sehat dibandingkan pola makan yang mengandung daging, susu, dan telur. Sebagai bonus, kita juga akan membantu lingkungan dari jejak karbon yang dihasilkan produk-produk ini, dan terutama hewan, yang mengalami penderitaan tak terkira di rantai industri makanan. Apakah Anda tahu seseorang yang saat ini sedang melawan diabetes? Bagikan info ini kepadanya!

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Please reload